|
|
Soleh
Sukarno adalah pemilik jaringan restoran Soto Bangkong
Semarang. Ia memulai perjalanan bisnisnya sebagi penjual
soto keliling di penghujung tahun 1950. Ia berasal dari
desa dan hanya sempat mengenyam sekolah sampai kelas dua
sekolah rakyat (setingkat SD)
Baru bekerja seminggu pada seorang penjual soto, Soleh
sudah dipinjami sngkring untuk berjualan soto secara mandiri.
Sejak awal iapun sudah mangkal di Bangkong, samping pos
polisi, di pojokan Jl. Brigjend Katamso, Semarang.
Ketekunannya
berjualan dan melayani pembeli dengan rasa cinta,a akhirnya
memeberinya kesempatan untuk mulai membangun kios kecil
ukuiran 3x4 meter sekitar tahun 1957. Kios yang sampai
sekarang masih berlokasi di Bangkong itu sudah berkembang
pesat, sebagian bangunnnya bahkan berlantai tiga. Jaringan
Soto Bangkong sendiri sudah lebih dari 20 restoran.
Berapa penghasilan Soleh ? Setoran ajaknya tahun 1997
bisa dijadikan patokan, setiap hari ia membayar pajak
pembangunan kelas I Rp 150 ribu hanya untuk kota Semarang,
Sedang pajak penghasilannnya sudah masuk katagori Rp 900
juta ke atas per tahun Kecintaan itu juga menyebabkan
Soleh masih menyimpan angkring dan barangbarang yang digunakannya
ketika pertama kali berjualan. Soleh juga tidak hendak
berpindah rumah, yang dibelinya pertama kali dan sempat
dijadikan agunan bank untuk dijadikan modal membuka cabang,
di Jl. Kampung Baris Semarang yang padat penduduk.
---oOo---
|
|
|