cUsmedia.com-Jasa Desain grafis&Multimedia,desain web,company profile
 

Cusmedia.com memberikan solusi untuk bisnis anda. kami menerima pembuatan design grafis (desain gambar) untuk Sablon, Printing & Poster, pembuatan company profile, pembuatan logo perusahaan, pembangunan website, dan pemrograman software untuk keperluan perusahaan. Silahkan Pilih sesuai dengan kebutuhan anda.


We give u a solution for your business, we offer the folowing services : graphic design and multimedia, company profile video, company profile book, company logo, website design.

Customer Care Online :

  :: Fauwaz Fauzan EI M, ST, MT::

Penyandang gelar master ini tidak pernah membayangkan garis taqdir mambawanya menjadi seorang Pengusaha. Bahkan ketika ditanya tentang alasan memulai wirausaha, jawabanya sederhana saja .” Terus terang karena kebutuhan hidup, gaji saya sebagai dosen waktu itu hanya Rp 800.000, sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” begitu jawab pria yang pernah menjadi dosen di beberapa Perguruan Tinggi Swasta di Bandung setelah lulus dari pasca sarjana ITB tahun 1999 ini. Perkenalan Fauwaz dengan dunia entrepreneur dimulai saat ia bergabung dengan Persaudaraan Pengusaha Muslim (PPM), yang didirikan oleh KH. Abdullah Gymnastiar, yang lebih dikenal dengan Aa Gym. Disanalah semangat dan prinsip-prinsip Aa Gym menginspirasinya untuk berwirausaha. “Ada satu hal yang dikatakan Aa yang selalu saya ingat karena keberulan itu juga merupakan prinsip hidup saya, bahwa kunci sukses dalam usaha adalah kejujuran dan keikhlasan.” Berbekal kejujuran dan keikhlasan, Fauwaz mulai berwirausaha.

Titel Master dan profesinya sebagai dosen tak menghambatnya berjualan jas bekas hasil renovasinya sendiri, jual beli monitor bekas, sampai jualan di emperan lapangan Gasibu bandung setiap hari minggu. Semua itu dia lakukan di selasela kesibukannya sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi swasta di Bandung. “Saya tidak pernah malu melakukan itu semua, selama yang saya lakukan itu halal,” ujar pria asal Padang ini. Fauwaz mulai berbisnis sepatu di akhir tahun 2002 ketika melihat iklan di yellow pages yang menawarkan sepatu dengan harga grosir tapi bisa dibeli satuan. Harganya sekitar Rp 95-Rp 100 ribu per pasang, sedangkan harga took Rp 200 ribu. Lalu dia membeli beberapa pasang dan menitipkannya di took. “ Saat itu usaha jual beli sepatu cukup bagus. Tapi dasar saya orang yang suka barang bagus, saya ingin menjual sepatu berkualitas tinggi. Jadi saya putuskan untuk memproduksi sendiri sesuai desain yang saya buat,” paparnya.

Mulailah Fauwaz memproduksi sepatu dengan merek R. Badaso dan menyusul S. Van Decka pada tahun 2002. Dipilihnya merek tersebut karena melihat kebanyakan sepatu terkenal menggunakan nama orang sebagai merek. Padahal R. Badaso dan S. Vandecka bukan nama orang. R itu singkatan dari “Ranca” , artinya bagus dan Badaso artinya puas. Sedangkan S singkatan dari “silat” dan Van Decka itu pelesetan dari kata “pendekar”. Untuk bagian produksi, Fauwaz menyerahkannya pada orang lain. Ia hanya mendesain dan memilih bahan. Awalnya semuanya dilakukan sendiri, tapi sekarang sudah ada lima orang yang membantunya dalam pengepakan, pendistribusian dan pembukuan Awalnya, kualitas sepatu yang diproduksi tidak sebagus sekarang. Sepatu berkualirtas tinggi yang dihasilkan saat ini merupakan hasil riset yang ia lakukan selama dua tahun terakhir. Riset dan inovasi dilakukannya tanpa henti, karena itu salah satu cara untuk bertahan di bisnis ini. “ Setiap hari model baru muncul, kalu kita tidak cepat tanggap, kita akan ketinggalan,” tegas ayah dua orang anak ini. R. Badaso hanya dipasarkan di Bandung, sedangkan S. Vandecka rencananya akan dipasarkan ke seluruh Indonesia dengan system direct selling lewat perusahaan distribusi temannya. Tapi jika gagal, S. Van Decka akan dimasukkan ke Carrefour dan beberapa superm,arket lainnya. Fauwaz memilih tidak membuka counter sendiri karena akan menghambat perluasan pemasaran.

Selain itu Fauwaz sangat menekankan pentingnya positioning dengan cara mematok harga lumayan tinggi, sekitar Rp 250 ribu per pasang, tapi tentu saja dengan kualitas yang sesuai dengan harga yang ditawarkan.Kini dengan omzet 60 sampai 70 juta per bulan, R. Badaso mulai mengukuhkan diri sebagai salah satu merek sepatu pria yang berkualitas, dan terus mencari inovasi baru. Selain sepatu pria, Fauwaz pun sedang mengmbangkan sepatu wanita, dan ada beberapa yang sudah diproduksi.

Rencana Fauwaz ke depan adalah membangun system yang memungkiinkan dia tidak harus mengurus usahanya itu secara langsung.” Supaya bisa menekuni usaha lain,” katanya. Benar saja, usaha elektronik pun kini sedang dijajaki. Sarannya, janganpernah ragu untuk memulai usaha, modal utama bukan uang, tapi kepiawaian dalam mencari peluang dan melakukan inovasi. Fauwaz mengaku tidak menyesal telah melepaskan statusnuya sebagai dosen, bahkan melepaskan kesempatan meraih gelar Doktor dari salah satu perguruan tinggi di Malaysia. “ Dua tahun lalu saya pernah bermimpi berpenghasilan Rp 5 juta per bulan, waktu itu hanya mimpi, bahkan istri saya tidak menanggapi saking mustahilnya. Kini penghasilan saya jauh di atas mimpi itu. Entrepreneur adalah pekerjaan dengan penghasilan tak terbatas, jadi saja saya tidak menyesal,” paparnya.

---oOo---

cusmediafooter
Copyright © 2008 cusmedia.com